SEKILAS INFO
: - Sabtu, 04-12-2021
  • 1 bulan yang lalu / Selamat Datang Direktue PT. DTLST dan Rahasia Dagang  Ibu Dra. Dede Mia Yusanti,MLS
Kunjungi SMKN 4 Kupang, Kemenkumham RI: Perlindungan dan Sistem Pengelolaan Pasca Pendaftaran Paten

Kupang-smkn4kupang.sch.id-Kunjungan  dan tatap muka Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Tarpadu dan Rahasia Dagang  Dirjen  Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, bersama Guru dan Siswa SMKN 4 Kupang di Aula Sekolah tersebut, Selasa (26/10/2021).

Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd, menyampaikan sangat berbangga karena kami mendapatkan kunjungan penghormatan dari Direktur Paten, DTLST dan Rahasia Dagang Kemenkumham RI, ibu Dra. Dede Mia Yusanti, MLS beserta  jajarannya dan pejabat Kanwil Kemenkumham Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kunjungan hari ini sebetulnya  adalah bagian daripada kerjasama kita dengan Kemenkumham untuk mengurus hak paten dari produk hasil karya guru dan siswa SMKN 4 Kupang; berupa desain alat tenun. Jadi alat tenun ikat motif NTT yang kita buat  dalam desain yang lebih baru dengan ragam khas motif  NTT. Jadi pejabat pejabat  dari Kemenkumham ini merasa bahwa ini  adalah sebuah  nilai kebaruan yang selama ini alat tenun kita itu hanya dari sisi fungsionalnya saja, sedangkan sekarang kita menginovasikan nya dengan desain yang lebih artistik tanpa meninggalkan desain- desain dan motif- motif yang ada di NTT,” terang Semi Ndolu.
Menurutnya termotivasi untuk mengurus hak paten dari produk alat tenun ini, “Karena dibalik alat tenun ini, itu, tersimpan sebuah karya inovasi warisan nenek moyang kita dulu yang luar biasa itu, sehingga ketika kita menyebut kain tenun motif NTT entah itu motif tenun ikat, motif buna, sotis atau songket itu tidak bisa terlepas dari alat tenun. Nah sayangnya alat tenun ini tidak menjadi sentuhan perhatian karena dia hanya semacam  jembatan saja untuk mencapai apa yang disebut dengan  kain tenun. Nah karena  itu SMKN 4 hadir untuk memberikan sentuhan perhatian sekaligus mengangkat ini ke permukan dan  bahkan membawanya sampai dengan mendaftarkan hak patennya. Barang yang biasanya hanya  ada di tempat- tempat yang tidak begitu menarik oleh orang orang tua kita mereka  menenun bisa di kebun, menenun bisa  di dapur dan seterusnya, nah sekarang kita justru mengangkat martabatnya,” tutur Kepsek.
Menurut Kepsek Semi Ndolu, “Alat tenun ini merupakan sebuah  warisan budaya leluhur kita yang luar biasa, karena tanpa alat ini seperti apapun modelnya itu tidak masalah, tetapi fungsinya inilah yang menyebabkan hadirnya ragam motif yang luar biasa di NTT. Karena itu,  saya minta kepada teman –teman  media dan seluruh masyarakat NTT untuk mari kita kampanyekan ini bersama-sama karena ini tentu saja bukan menjadi tanggung jawab SMKN 4 Kupang saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa “SMKN 4 adalah bagian titik terkecil dari masyarakat NTT yang kebetulan saja kami lah yang kemudian membuat konsep kebaruan di dalam alat tenun ini. Tapi alat tenun ini sesungguhnya bukan ciptaan SMKN 4. Alat tenun itu sudah ada sejak dahulu, cuma kita hanya menginovasikan sehingga dia memiliki nilai kebaruan dari konsepnya yang lama. Karena itu, menurutnya karena dia memiliki nilai kebaruan maka dia memenuhi persyaratan untuk diusulkan dan didaftarkan hak patennya. Nah  karena sudah di daftarkan maka siapapun yang belakangan walaupun itu hak patennnya belum keluar  tapi dia tidak bisa lagi pergi mengklaim karena waktu mengklaim untuk mendaftar sudah ada. Kita punya  sudah duluan. Jadi walaupun hak patennya belum keluar, tidak akan bisa oranglain mendaftar lagi kecuali dia mendaftar dengan model yang berbeda. Jadi inilah yang  saya sungguh  bangga, dan saya berharap teman teman media turut memberikan edukasi dan publikasi bagi masyarakat,” tandasnya.

Ketua MKKS Kota Kupang ini menambahkan, “Ini bagian dari kerjasama kita ya jadi  hubungan yang baik, saya sendiri pernah diminta oleh Kemenkumham  untuk menjadi narasumber dalam wawancara bersama Tribunnews. Jadi Tribunnews  cara live saya diminta untuk  menjadi narasumber dan kami sepakat beberapa hal, dan hal ini ternyata bagian daripada tindak lanjut kolaborasi kita. Jadi SMKN 4 dalam paparan itu, saya sampaikan bahwa kami serius  untuk mengurus hak paten hasil karya  dari guru dan siswa SMKN 4 Kupang, dan kami buktikan itu dengan melakukan proses pengurusan mulai pengurusan izin merek dari Dinas Perindustrian  dan Perdagangan  NTT sampai dengan proses hak paten yang  di Kemenkumham,” tutur Semi Ndolu.

Karena itu, “Saya pandang bahwa bisa jadi ini menjadi bagian motivasi dan dorongan dari Kemenkumham kepada kami yang telah melahirkan sebuah karya inovasi yang sekarang ini sudah mulai dipakai, bukan hanya ditingkat SMKN 4 Kupang, tetapi di berbagai tempat ya di wilayah NTT.  Kami sudah melayani juga pesanan, jadi produk yang dirancang oleh guru dan siswa SMKN 4 Kupang ini sudah dipakai, juga, sudah dipercayakan, produk- produk ini dipakai oleh Kementerian Perindustrian RI kemudian juga dari beberapa kabupaten, antaralain dari Kabupaten Kupang kemarin datang kesini, dari  Flores  Timur, kemudian dari Soe menyusul lagi juga dari Dekranasda NTT. Jadi  kami juga sudah berbagi ilmu, jadi tidak hanya kami miliki sendiri  tapi ada 20 Kabupaten yang kemarin mengutus perwakilan- perwakilannya  untuk kami latih di sini di SMKN 4 Kupang untuk membuat alat tenun hasil karya  siswa SMKN 4.  Sehingga nantinya ketika mereka di daerah mereka bisa memproduk model alat tenun yang lebih inovatif, sehingga ada kesatuan antara motif tenun itu dengan alat tenun yang dibuat. Jadi alat tenun itu sendiri bermotifkan ragam khas motif NTT,” terang Semi Ndolu.

Terpisah, Pengawas Pembina SMKN 4 Kupang,  Wellem C. A Nubatonis menyampaikan  bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi NTT sangat mendukung.

“Saya sangat mendukung karena  ini suatu terobosan yang dibuat sekolah, terutama Kepala Sekolah, Bapak Semi Ndolu dengan stafnya untuk kemajuan sekolah ini terutama anak didik,” akui Wellem.

Kata Wellem, tentu Dinas P dan K Provinsi  sangat mendukung, karena itu sudah mengangkat nama dinas pendidikan. Dengan munculnya ini  walaupun nama SMKN 4 tapi yang muncul keluar oh dinas P dan K NTT, jadi yang bangga pasti dinas.

“Kita harus bangga, terobosan yang dibuat  kepala sekolah dan staf sehingga apa yang mereka buat seperti tenun ikat. Yang kami harapkan untuk SK Paten itu segera keluar. Karena takutnya ketika diluar SMKN 4 ini ada ketahuan seperti  itu mereka bisa jiplak dan lain lain.  Dan Kalau misalnya  hak paten sudah keluar itu suatu modal yang luar biasa untuk SMKN 4 Kupang; sudah mengangkat budaya lokal NTT, khususnya Kota Kupang,” ungkap Wellem.

Sementara itu Direktur Paten, DTLST dan Rahasia Dagang Kemenkumham RI, Dra. Dede Mia Yusanti mengatakan,

“Saya sangat surprise, luar biasa, ternyata SMKN 4 Kupang ini sudah punya kesadaran dan pemahaman kekayaan  intektual yang cukup. Karena itu adalah modal untuk kita kemudian bisa berkreasi, berinovasi  dan kemudian melindungi hasil inovasi kita untuk kepentingan diri sendiri, sekolah dan juga masyarakat,” ungkapnya.

Diakuinya  bahwa NTT luar biasa. “Saya melihat di Kupang ini di Nusa Tenggara Timur punya potensi yang luar biasa; baik itu dari segi kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang kemudian bisa yang pertama dilindungi  bagaimana adanya, tetapi juga kemudian bisa dikembangkan lebih lanjut untuk bisa dilindungi melalui kekayaan intelektual. Saya yakin potensi-potensi yang ada di NTT ini adalah mempunyai keunikan sendiri dibandingkan negara- negara lain,” katanya.

Kepala Divisi  Pelayanan Hukum dan Ham kanwil Kementerian Hukum dan Ham NTT, Arfan faiz Muhlizi, SH,MH mengatakan, memang Kanwil Kemenkumham NTT ingin menunjukkan bahwa NTT ini punya potensi yang besar; baik itu untuk mengelola kekayaan intelektual yang pamungkal maupun yang personal; salah satunya paten.

“Nah pada hari ini kebetulan kan ada kehadiran ibu Direktur Paten dari Jakarta, karena beliau memang membidangi untuk Direktorat Paten, maka kita mengharapkan untuk kemudian  mengembangkan segala potensi paten yang ada di NTT khususnya Kupang NTT.

Untuk berikutnya juga  besok kita akan berangkat juga  ke Labuan Bajo untuk melihat sentra-sentra  industri  yang disana ada potensi untuk mengembangkan paten disana jadi dengan demikaian maka potensi paten di NTT itu juga  akan berkembang  bersandingan dengan potensi kekayaan intelektual komunal dan indikasi  geografis ini yang sifatnya itu seperti tenun tradisional, tarian bersanding juga dengan tehnologi pengembangan paten yang ada dan ini semua akan mensejahterakan masyarakat NTT, tujuan utama itu. Karena  unsur kekayaan intelektual adalah disana ada nilai ekonomis untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

“Sementara untuk SMKN 4 Kupang, perlu  mengembangkan kemampuan untuk berinteraksi dengan banyak komunitas yang bisa membuat  pengalaman lebih berkembang lagi untuk kemudian masuk keranah intenasional,” tambahnya.  (MD)

 

 

ranakanews.com

2 komentar

fery bhare, Rabu, 27 Okt 2021

Smk 4 the best

Balas

    admin, Rabu, 27 Okt 2021

    Terima Kasih

    Balas

TINGGALKAN KOMENTAR

Maps Sekolah

Statistick Pengunjung

  • 3
  • 523
  • 3.275
  • 281.848