SEKILAS INFO
: - Senin, 01-03-2021
  • 8 bulan yang lalu / Link Website Cek kelulusan Siswa/i Gelombang II SMKN 4 Kupang : https://smkn4kupang.sch.id/agenda/ Link Download : https://smkn4kupang.sch.id/download/
Kebijakan Kepala Sekolah Smkn Negeri 4 Kupang Wajib Kunjungi Siswa Yatim Piatu Dan Yang Kurang Mampu

Kupang-smkn4kupang.sch.id-Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kupang, Semi Ndolu mengunjungi para siswa Yatim Piatu. Kunjungan ke rumah-rumah siswa tersebut didampingi Guru-Guru wali kelas dan Ketua Komite Sekolah dalam rangka adaptasi Pembelajaran New Normal.

“Kami keluarga besar SMKN 4 Kupang, mengevaluasi berdasarkan analisa PDR (Pembelajaran Dari Rumah) yang disampaikan oleh pihak teman-teman di kurikulum, bahwa ada sejumlah siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran dari rumah secara efektif. Karena itu saya tugaskan wali kelas juga Pembina kesiswaan untuk melakukan penjajakan terhadap siswa-siswi tersebut,” ungkap Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd di Ruang Kerjanya pada Sabtu (29/8/2020).

Kepsek Semi Ndolu menyebut, mereka melakukan penusuran ada siswa yang mereka tidak tahu alamatnya. Lalu berkoodinasi dengan pihak kelurahan, dari pihak kelurahan memberikan alamat. Setelah di cek ke lapangan ternyata siswa yang tidak mengikuti pembejaran dari rumah secara efektif tersebut, ternyata kondisinya mereka baru hari Sabtu yang lalu tanggal 22 Agustus itu Bapanya meninggal. Tahun sebelumnya itu mamanya meninggal. Jadi artinya saat ini, kedua anak kami ini posisinya mereka tinggal sebatang kara bersama dengan kedua saudaranya. Mereka ada empat bersaudara. Kakaknya sudah tamat dari SMKN 5 dan saat ini belum bekerja juga.

Nah disini saya mengambil keputusan. Juga ada siswa lain yang menurut kabar bahwa orangtuanya meninggal semua jadi mereka juga termasuk anak yatim piatu. Hari ini rencana kami keliling semuanya untuk melihat lebih dekat kondisi mereka; apakah mereka tidak ada yang membiayai sama sekali atau mungkin ada keluarga lain atau dermawan lain yang sudah membiayai mereka saat ini misalnya dalam hal kehidupan mereka sehari-hari, makan minum dan keperluan-keperluan.

“Kalau ternyata sama sekali tidak ada topangan bantuan dari pihak mana pun kepada mereka, maka kami dari pihak sekolah bersama dengan komite sekolah sudah menyiapkan kebijakan. Terutama dalam hal pembiayaan sekolah. Jadi kebijakannya nanti ada pembebasan biaya komite, pemberian pulsa, dan kartu perdana berisi pulsa data 19 GB serta mengupayakan orangtua asuh,” kata Kepsek Semi Ndolu.

Dikatakan Kepsek Semi Ndolu, setelah kita melakukan penelusuran dan jika anak-anak ini memang betul hidup tanpa topangan biaya dari keluarga, dan mereka ternyata hidup sebatang kara tidak ada yang membiaya mereka, “Maka harapan saya adalah adanya dermawan-dermawan ataupun Pemerintah Daerah untuk bisa memperhatikan mereka membantu mereka, bukan saja untuk biaya pendidikan tetapi biaya hidup mereka itu seperti apa. Dan anak-anak masih kecil, masih usia sekolah bukan usia kerja mereka ini. Otomatis kalau dibiarkan maka kita takutkan nanti mereka malah tidak fokus untuk bersekolah malah fokus untuk cari kerja dan tidak bersekolah lagi; ini tentu kita tidak harapkan. Sehingga saya harapkan nanti ada topangan bantuan dari pihak pemerintah atau instansi terkait,” harap Kepsek Semi Ndolu.

Ketua Komite Sekolah, Milianus Benggu mengatakan, “Saya sebagai Ketua Komite Sekolah merepresentasikan dari orang tua. Kami dengan orangtua murid merasa sangat bersyukur karena ini jarang terjadi. Sehingga ketika kunjungan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan teman-teman guru, kami sangat berterima kasih karena dengan kunjungan ini bisa mengetahui kesulitan-kesulitan dari pada anak-anak didik, apalagi masa covid ini dengan belajar daring itu kan banyak cobaan. Tapi ketika ada kunjungan seperti ini, kami orangtua merasa sangat bersyukur ketika Kepala Sekolah dan guru-guru berkunjung kerumah siswa, ini sangat luar biasa. Yang pasti bahwa dengan kunjungan ini dari holistik bahwa anak-anak tidak boleh terlantar, tetapi anak-anak harus tetap bersekolah dalam situasi sulit apapun yang pasti peluang-peluang itu akan kita cari,” tegasnya.

“Kepada pihak sekolah, dirinya meminta agar guru-guru dapat mengantar materi pembelajaran kepada siswa yang menggunakan luring. Ketika guru-guru antar tugas, itu hal luar biasa yang telah dilakukan oleh teman-teman guru, dan itu tidak ditemukan di banyak guru-guru yang model seperti itu,” ungkap Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum Kota Kupang itu. Salah seorang Siswa SMKN 4 Kupang, Devi Talak mengungkapkan bahwa dirinya senang ketika Kepala Sekolah dan guru-guru berkunjung kerumahnya.

“Ketong sonde punya orangtua (Kita tidak punya orangtua), tapi masi banyak yang peduli, masi ada yang lihat ketong (Kita). Ketong (Kita) berterima kasih untuk itu semua. Terima kasih atas kunjungan rumah yang dilakukan Pihak SMKN 4 Kupang hari ini, yang peduli sama ketong (Kita),” ungkap Devi.

Devi menjelaskan bahwa Dia dan saudara laki-lakinya tidak pernah mengikuti Pembelajaran Dari Rumah (PDR) alasan tidak punya Handphone. “Kita tidak pernah tahu ada pembejalaran pendidikan daring maupun luring karena tidak punya HP,” ujar Devi siswi Jurusan Desain Komunikasi Visual itu.

Harapannya, “mudah-mudahan ada bantuan. Agar kita bisa sekolah kembali daring biar dari rumah kita tetap bisa kerja tugas,” harap Devi. Sementara salah satu orangtua siswa mengatakan, “Resti tidak mengikuti pembelajaran daring maupun luring kendala tidak miliki HP. Kami pihak orangtua merasa senang dan bersyukur sekali ketika Bapak Kepala Sekolah dan guru-guru wali kelas mengunjungi kami. Kami juga berterima kasih dengan adanya kebijakan sekolah, yang mana nanti akan ada pembebasan biaya komite, dan pemberian pulsa juga akan dibelikan kartu perdana berisi pulsa data 19 GB, serta kebijakan lain dari sekolah mengupayakan orangtua asuh untuk siswa. Menurut saya, itu kebijakan yang sangat luar biasa dari pihak sekolah SMKN 4 Kupang,” ungkapnya. Dan berharap semoga cepat terwujud.

Senada disampaikan salah satu orangtua asuh, Habel Talak mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Kepala Sekolah dan Guru-Guru yang telah mengunjungi anak-anaknya.

“Saya dan keluarga besar merasa bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan pihak sekolah hari ini. Kalau kami dari orangtua tetap mendukung dan mensuport anak-anak kami dan berharap mereka tetap sekolah dengan baik dan berharap pula pihak sekolah tetap mendampingi mereka,” pinta Habel.

Ditambahkan Kepsek Semi Ndolu, Hari ini program untuk keliling-keliling terutama pada anak-anak kita. Keliling dari tempat tinggal siswa yaitu Liliba, Naimata, Kuanfao, Sikumana, sekarang Kayu Putih.

“Kita hanya mau melihat lebih dekat kondisi keluarga dan anak-anak masa pandemi. Sudah lima bulan kita tidak ketemu anak-anak, “siapa tahu ada keluhan atau ada hambatan dalam mengikuti proses belajar dari rumah, maka itu tolong sampaikan ke kami. Kita carikan solusinya,” pinta Kepsek Semi Ndolu.

Terkait dengan uang sekolah, itu menjadi kewenangan saya dan Bapa Ketua Komite nanti. Yang pasti kalau ada hambatan jangan diam, komunikasikan dengan kami.

Harapannya anak-anak tetap semangat. “Kami hadir untuk memberi semangat, memberi motovasi kepada orangtua dan anak-anak. Walaupun situasi pandemi ini membuat kita banyak keluhan. Salah satunya adalah financial. Lebih dari itu bahwa, berharap anak-anak tetap semangat dan tetap sehat. Tetap mengikuti protokoler kesehatan. Dari keluarga, orangtua selalu komunikasi dengan pihak sekolah,” harap Kepsek Semi Ndolu.

 

Sumber : ranakanews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Video Terbaru

Maps Sekolah

Statistick Pengunjung

  • 1
  • 821
  • 1.290
  • 75.076