SEKILAS INFO
: - Sabtu, 15-01-2022
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Datang Direktue PT. DTLST dan Rahasia Dagang  Ibu Dra. Dede Mia Yusanti,MLS
SMKN 4 Kupang Latih Milenials Putus Sekolah Melalui PKW

Kupang- smkn4kupang.sch.id- Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang dikuti oleh 25 orang anak milenial di Kota Kupang, dilaksanakan di SMKN 4 Kupang, Kamis (25/11/2021). Instruktur  pada kegiatan PKW dilaksanakan dengan menggandeng  atau bekerjasama dengan Politeknik Kupang Jurusan Teknik Las dan Dunia Usaha yang bergerak dalam Pengelasan, Koperasi Sangosai, BRI Unit Naikoten. Dan dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTT, Mathias M.Beeh, S.ST,Par.,M.M, sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pembukaan Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Wirausaha “Mengelas Dengan Las Busur Manual”.

Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd menjelaskan tujuan kegiatan untuk memberikan bekal pendidikan keterampilan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, setiap lulusan kursus dan pelatihan diharapkan  dapat berusaha mandiri atau menciptakan lapangan kerja, menghasilkan produk barang dan /jasa yang kreatif serta inovatif sehingga mau memberdayakan Potensi lokal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam rangka mengurangi pengangguran dan kemiskian di Indonesia.

Semi Ndolu menyebut, Pelatihan akan dilaksanakan pada dua tempat yaitu, SMKN 4 Kupang, dan pada Bengkel Las Moderen Arsiteknis, selama 18 (delapan belas) hari kerja terhitung  tanggal 16 November 2021, dengan metode yang dipakai yaitu: mandiri, tatap muka, serta daring. Peserta akan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, 13 (tiga belas) orang pada bengkel praktek SMKN 4 Kupang, dan 12 (dua belas) orang pada Bengkel Las Moderen Arsiteknis.

“Hari ini kita lakukan pembukaan untuk 25 orang anak milenials, dan nanti diakhir  daripada kegiatan setelah mereka harus menempuh pelatihan selama 200 jam, mereka akan kita berikan bantuan fasilitas alat. Alat- alat Las untuk mengembangkan usaha mereka sebagai modal penyerta. Kami juga menghubungkan peserta ini ke lembaga pemberi modal usaha. Yang sudah bersedia untuk memberikan usaha modal itu adalah Koperasi Sangosai, BRI unit Naikoten Kupang,” tutur Semi Ndolu.

“Peserta  ini  sebetulnya setelah mereka memiliki  kompetensi dan memulai usaha, tantangan mereka pertama adalah modal. Dalam hal ini Modal untuk mengembangkan usaha. Kedua adalah Pasar. Kemana  mereka harus menjual produk-produk mereka? karena itu, kami juga akan membantu mereka  melakukan pendampingan untuk marketingnya,” ujar Kepsek Semi.

Menurutnya sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan ini adalah terbentunya wirausaha baru pada generasi milenials, serta menjangkau anak-anak putus sekolah (drop out) dan menekan bertumbuhnya pengangguran, pada usia kerja.

Program PKW tambah Ketua MKKS SMK Kota Kupang ini, adalah layanan pendidikan melalui kursus dan penelitian untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dan mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha. Adapun kompetensi PKW SMKN 4 Kupang, adalah “Mengelas dengan Las Busur Manual.

Ia juga menyampaikan banyak terimakasih kepada Direktur Suslat Dirjen Vokasi Kendikbud Ristek RI atas kepercayaannya bagi lembaga SMKN 4 Kupang untuk mengelola bantuan ini, yang tentunya sangat bermanfaat bagi para milenials putus sekolah yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Harapan untuk anak-anak lanjut Semi, “Mereka  harus memiliki keuletan, dan disiplin yang tinggi karena memulai usaha ini dibutuhkan sebuah ketangguhan, ketekunan. Kalau tanpa ketekunan mereka akan mudah menyerah di tengah jalan dan apapun yang baik kita berikan itu jadi tidak berati. Jadi, bahwa memulai usaha itu pasti ada resiko. Meruginya iya, tetapi sebenarnya bukan itu akhir dari segalanya, itu adalah  langkah awal untuk mencapai kesuksesan,” pungkasnya.

Salah seorang peserta, Andreas Bataona menyampaikan rasa senang bisa turut ikut  dalam program pendidikan pengelasan.

“Saya berterima kasih bisa mengikuti kegiatan ini, berharap semoga berjalan dengan baik dan lancar walaupun saya dari jurusan bangunan tapi mencoba di pengelasan,” ujar Andre.

Sementara instruktur Bengkel Las Moderen Arsiteknis, Adi Lasa berharap agar peserta yang mengikuti  program pendidikan pengelasan agar disiplin waktu, disiplin dalam menggunakan alat. Berharap mereka berwirausaha dan bisa mandiri

 

 

 

Sumber  : ranakanews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Maps Sekolah

Statistick Pengunjung

  • 0
  • 66
  • 290
  • 323.529